Oleh: RF.Dhonna
Pada sebuah desa kecil di India, hidup seorang wanita bersama putri semata wayangnya yang cantik jelita, namanya Sharma. Kecantikannya terkenal di seluruh pelosok desa. Gadis itu gemar bersolek. Setiap hari dia tak pernah lepas Dari sebuah cermin kecil yang selalu dibawanya kemanapun ia pergi.
Sebenarnya tak sedikit pemuda yang ingin memperistri Sharma. Tetapi akhirnya mereka mengurungkan niatnya. Melihat hal ini, sang Ibu khawatir dengan nasib putrinya yang tak kunjung mendapatkan pendamping hidup.
Pada suatu hari, ada seorang pemuda Dari desa seberang yang ingin melamar Sharma. Dia seorang pemuda yang tampan, kaya, dan baik hati. Ibu Sharma sangat bersuka cita mendengarnya. Pagi buta, sang Ibu sudah pergi ke pasar untuk membeli bahan-bahan makanan. Ia ingin menjamu pemuda itu.
Ibu Sharma segera meminta bantuan Tuan Karan, tetangganya, untuk menangkapkan ikan tuna di sungai depan rumahnya. Ia akan mengolah ikan itu menjadi masakan yang lezat dan istimewa.
“Sharma, ibu akan ke pasar. Kau bisa membantu ibu memasak ikan tuna dengan kuali ini kan?” kata sang Ibu sebelum berangkat. Mata gadis itu terbelalak melihatnya.
“I-iya, Bu,” Sharma tergagap. Dia bingung, bagaimana mungkin ikan sebesar dan sepanjang lengan manusia itu dimasak dalam kuali kecil?
Sepeninggal sang Ibu, Sharma tidak tahu apa yang pertama kali harus dilakukannya. Gadis itu berjalan mondar-mandir, duduk lama-lama memandangi kuali dan ikan tuna dihadapannya secara bergantian, lalu bangkit dan duduk lagi. Sampai akhirnya ia menemukan sebuah ide. Lalu Sharma meninggalkan ikan itu tergeletak di atas meja dapur.
“Nyonya, apakah Anda punya kuali panjang?” tanya Sharma kepada Nyonya Kana, tetangga sebelah rumahnya.
Kening wanita itu berkerut, sebelum akhirnya mengatakan tidak punya.
Sharma mencoba mendatangi rumah tetangganya yang lain. Kali ini dia ke rumah Nenek Shanggita. Sharma langsung menuju dapur nenek tua itu.