Translate

Tampilkan postingan dengan label relationship. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label relationship. Tampilkan semua postingan

Jumat, 07 Februari 2014

Tentang Seseorang yang Mendukung Saya




*Sebelumnya, maaf kalau tulisan ini mungkin sedikit lebay, karena saya memang sedang ingin berlebay ria ;)

Tiba-tiba hari ini saya ingin menulis ini. Gara-garanya, ada seseorang yang menginbox saya dengan pertanyaan, “Siapa yang paling mendukung karier menulis Mbak selama ini?”

Menjawab pertanyaan itu, saya jadi teringat 13 tahun lalu, saat merintis ‘jalan’ di dunia kepenulisan. Waktu itu, tulisan pertama saya dimuat di media lokal Lumajang. Meski honornya hanya sepuluh ribu rupiah, tapi senengnya bukan main! Honor pemuatan itu harus diambil langsung ke kantor redaksi media itu. Saya pun bingung, minta antar siapa ya? Saya nggak tahu kantornya dimana. Maklum, anak rumahan yang jarang ngelayap ;). Lalu seseorang menawarkan diri mengantar saya, padahal dia nggak tahu juga dimana kantor media itu, hahaha. Singkat cerita, kami pun mencarinya bersama-sama. Setelah muter-muter nggak karuan, akhirnya kantor media yang letaknya nyempil itu ketemu juga. Saat mengambil honor menulis pertama itulah, saya merasa ada sebuah dukungan dari seseorang itu *cieeeh..

Kamis, 27 Desember 2012

Di Samping, Bukan di Belakang




Selama ini mungkin kita sering mendengar kalimat seperti ini, “Di belakang kesuksesan suami, ada istri yang luar biasa.” Terus terang, saya kurang setuju dengan kalimat itu. Menurut saya, kata ‘di belakang’ terasa kurang menghargai istri sebagai pasangan hidup. Arti kata tersebut cenderung merendahkan posisi para istri. 

Ibarat naik mobil, penumpang yang duduk di samping sopir biasanya lebih diperhatikan daripada yang duduk di belakang sopir. Dalam konteks rumah tangga, posisi ‘di samping’ itu menandakan kesejajaran, kesetaraan, menggambarkan kondisi yang seiring sejalan, tidak ada yang di depan atau di belakang, tidak ada yang superior atau inferior. Suami istri berdampingan sebagai mitra, saling bekerja sama, saling bertanggung jawab, tidak ada ‘ini bagianmu, itu bagianku’. Senyampang salah satu pihak bisa melakukan-lakukan, tidak perlu ada pembedaan peran. Suami saya misalnya, ketika saya sibuk memasak di dapur dan tidak bisa ditinggal, dia nggak keberatan ketika saya mintai tolong belanja cabe dan bawang di tukang sayur.