Translate

Rabu, 06 Maret 2013

Segarnya Bobor Udang




Pernah dengar sayur bobor? Di daerah asal saya, Lumajang, sayur bobor daun kelor sangat digemari. Sesuai namanya, bahan utama sayur bobor ini adalah daun kelor dan parutan kelapa. Kenal daun kelor nggak? Kalo belum kenal, tanya mbah google deh, hehe. Jadi daun kelor itu dimasak bersama parutan kelapa, nggak pake diperes jadi santan.

Nah, bobor versi jaman dulu beda lagi. Konon yang disebut sayur bobor favorit para raja Jawa adalah sayur santan yang isiannya tempe busuk, daun bayam, daun melinjo, daun kemangi, dan labu siam.
Sayur bobor yang saya praktekin ini adalah hasil belajar masak saya pada sebuah tayangan masak memasak di tv beberapa tahun lampau. Kalau nggak salah chef-nya ngasih nama sup udang. Saya lupa resep komplitnya seperti apa, yang pasti tuh chef memasukkan kelapa parut ke masakannya. Setelah masakannya matang, saya berkesimpulan bahwa sup udang yang dimaksud si chef kayaknya lebih cocok dinamai bobor udang deh…hehe, maksa. Saya menyebutnya bobor udang berdasarkan nama sayur bobor daun kelor yang sangat terkenal di Lumajang ^^

Berbekal ingatan seadanya, mari mulai memasak.

Bahan yang perlu disiapkan yaitu:
·         Udang, kupas, bersihkan
·         Oyong/gambas, kupas, potong kecil-kecil
·         Wortel, potong kecil-kecil juga
·         Jagung serut
*Takaran bahan isian terserah aja ^^

Selanjutnya, untuk membuat kuah sebanyak kurang lebih 3 gelas air, bumbunya:
·         2-3 siung bawang merah
·         1-2 siung bawang putih
·         1 batang daun bawang
·         2-3 lembar daun jeruk
*Keempat bahan di atas diiris tipis semua ya….
·         Segenggaman tangan kelapa parut (jangan terlalu tua, jangan pula terlalu muda)
·         Sebatang sereh, keprek biar aromanya keluar
·         1 sdt garam
·         ½ sdt merica

Didihkan air, masukkan wortel dan sereh. Biarkan selama 3 menit, masukkan sisa bahan dan bumbu. Wortel dimasukkan dulu karena proses matangnya agak lebih lama dibanding bahan yang lain. Nggak perlu lama-lama, 10 menit angkat.

Penampakannya memang keruh. Kalau kata orang Jawa, seperti (maaf) bekas air kobokan alias bekas air buat cuci tangan. Tapi rasanya, hmmmm, segeeeeeeeeeeeeeeeer banget ^^

note: kalau kepingin tambah seger lagi, tambahkan daun kemangi



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah meninggalkan komentar 😊