Translate

Jumat, 12 September 2008

sebuah kisah tragis tentang pengorbanan

“Aku mau cerai, sudah kudaftarkan ke pengadilan,” ungkap sepupuku seolah tanpa beban. Mungkin karena beban itu telah menguap bersama air mata yang tak henti mengalir  selama setahun belakangan ini.  
Ingatanku melayang ke sepuluh tahun lalu, ketika ia memutuskan melakukan kawin lari bersama kekasihnya. Waktu itu ia masih duduk di bangku  kelas 2 SMU, lalu  karirnya sebagai penyanyi sedang di berada puncak, tinggal selangkah lagi punya album sendiri. Ia telah termakan janji manis sang kekasih. Dengan berbagai cara, laki-laki itu telah berhasil menghipnotisnya.

Selasa, 09 September 2008

bulan ketigabelas

 
Langkah kecil tertatih menghampiriku. Perlahan tapi pasti, sepasang tumpuan kaki telah menopang kuat tubuh mungilnya. Tiga bulan yang lalu ia mulai belajar. Lalu, di usia tiga belas bulan kemarin, kusaksikan langkah pertamanya….

Senin, 04 Agustus 2008

setahun menyusui

 

Minggu pertama di bulan Agustus ini diperingati sebagai Pekan ASI Sedunia. Keunggulan ASI dibandingkan susu formula kini semakin diakui. Bahkan beberapa tahun terakhir ini Inisiasi Menyusu Dini (IMD) semakin gencar disosialisasikan.

Sebagai ibu muda, aku punya pengalaman tersendiri tentang menyusui putri pertamaku. Alhamdulillah, sampai detik ini aku masih bisa menyusui si kecil Raya yang sekarang usianya sudah setahun lebih. Mengingat awal menyusui, adalah sebuah proses yang melelahkan. Butuh perjuangan dan kesabaran. Kebetulan ketika melahirkan, aku berhasil melakukan IMD. Sayangnya setelah itu ASI-ku nggak keluar.

Rabu, 30 Juli 2008

ke kolam renang







tadi pagi raya saya ajak ke kolam renang GOR Segiri Samarinda. ini pertama kalinya dia saya ajak kesana. wah, raya senang sekali. sayang, gak bisa mandi, gak bawa baju ganti, karna niatnya cuma jalan-jalan. ini foto-fotonya...

Jumat, 25 Juli 2008

Senin, 14 Juli 2008

Perempuan yang berdiri di dekat mesin ATM


Beberapa bulan terakhir ini, ada sebuah pemandangan baru di dekat mesin atm mandiri dekat kontrakan yang sangat menarik perhatianku. Disitu tiap hari berdiri seorang perempuan berjilbab. Sambil menenteng sebuah tas yang berisi segepok amplop, ia berdiri seharian di tempat itu. Sebenarnya nggak cuma seorang sih. Beberapa temannya secara bergantian juga ‘mejeng’ dekat atm itu. Yang sering tuh, mbak-mbak yang agak hitam manis dan yang sering pake celana ketat. Ya, penampilan mereka cukup rapi dan modis.

Mereka bukan penjaga mesin atm, bukan pula petugas keamanan. Salah seorang dari ‘kawanan’ itu pernah ngobrol denganku. Dia mengaku utusan dari sebuah yayasan yatim piatu yang berkantor pusat di Balikpapan. Perempuan itu rela berdiri sambil berpanas-panas atau kehujanan karena satu tujuan: meminta sumbangan sekedarnya dari orang-orang yang baru keluar dari atm itu. Begitu ada orang yang turun dari kendaraan hendak masuk atm, ia mencegatnya sambil memberikan selembar amplop berlogo yayasan X tersebut. Dana yang terkumpul dari amplop-amplop sumbangan itu nantinya akan diberikan untuk anak-anak yatim piatu di bawah naungan yayasan X. Kreatif juga. Lebih kreatif lagi kalo yang ‘ditodongkan’ ke para pengunjung atm bukan amplop sumbangan, tapi hasil kerajinan tangan buatan anak-anak yatim piatu yang dijual dengan harga tertentu.

Selasa, 08 Juli 2008

Tiga Bulan Pertama

Tiga bulan pertama menikah

Sehari setelah menikah, lelaki itu memboyong istrinya ke Jakarta. Pegawai negeri sipil seperti dia tidak bisa berlama-lama mengambil cuti. Di Jakarta, mereka tinggal di sepetak kamar berukuran tak lebih dari 3x4 meter, sebuah kamar kos-kosan di daerah stasiun Juanda-Gambir yang memang disewakan untuk para pekerja yang berkantor di sekitar kawasan itu.