Saya mencoba menulis cerpen untuk dikirim ke media cetak sejak tahun 2000. Majalah Annida (majalah Islami untuk remaja yang sekarang berformat on-line) adalah satu dari sekian media yang memotivasi saya untuk menulis cerpen. Saya suka membaca rubrik galeri cerpen (lalu berganti nama menjadi BCN/Bengkel Cerpen Nida) yang saat itu diasuh bergantian oleh Helvy Tiana Rossa, Harris Effendi Thahar, Hamsad Rangkuti, Gola Gong, dan Joni Ariadinata. Rubrik itu mengulas satu dari beberapa cerpen yang dimuat dalam satu edisi, serta mengupas bagaimana trik-trik menulis cerpen yang oke.
Translate
Minggu, 27 November 2011
Selasa, 01 November 2011
Proses Panjang Melatih Si Kecil Mandi Sendiri
Senangnya melihat Raya sekarang sudah bisa mandiri, mandi sendiri maksudnya, hehe. Mandi sendiri sudah saya belajarkan pada si kecil sejak usianya tiga tahun. Ketika itu dia menemukan gayung pink yang imut dan lucu di sebuah supermarket, ketika saya ajak belanja.
“Bun, adek mau mandi sendili…,” rengek si kecil keesokan harinya.
Bak mandi di rumah sangat tinggi untuk tubuh mungil Raya. Tangannya tidak bisa menjangkau air dari bak mandi itu. Di rumah tidak ada shower. Saya pun mencari cara, agar si kecil bisa belajar mandi sendiri.
Awalnya saya memanfaatkan bak berendam Raya waktu bayi. Saya isi sampai airnya penuh. Eh, jadinya nggak nyebokin air dari bak berendam, tapi malah langsung nyebur. Ini mah, belajar berendam namanya, hehehe.
Lain hari saya nemu ide pakai kursi kecil yang nganggur satu di dapur. Kursi itu kalau dalam bahasa Jawa disebut dingklik, bentuknya datar seperti meja kecil.
Saya taruh kursi itu di kamar mandi. Begitu mandi, Raya naik ke kursi itu. Waaah, dia tampak senang karena tubuhnya jadi tinggi, bisa ambil air dari bak mandi.
Selanjutnya, mengajari Raya memakai sabun, sampo, dan odol.
Saya menyediakan sabun cair untuk Raya. Sabun itu tersimpan dalam botol yang bagian atasnya harus ditekan untuk mengeluarkan isinya. Biar mudah dan praktis. Begitu juga untuk sampo.
Namanya anak kecil, pasti suka main air. Apalagi Raya. Dia bisa berjam-jam main air kalau sedang mandi. Semua mainan dibawa masuk ke kamar mandi.
Jam mandi Raya biasanya bersamaan dengan jam masak saya. Sementara saya riweh di dapur, saya biarkan saja si kecil berkreasi di kamar mandi.
Selasa, 16 Agustus 2011
Jangan Lukai Ibumu! (antologi)
buku ini merupakan antologi pertama saya yang berisi kumpulan kisah nyata pengorbanan para Ibu. selain cerita saya, dalam buku terbitan Qultum Media ini juga ada cerita Pipiet Senja, Dian Onasis, Fitha Cakra, dkk.segara dapatkan di toko buku terdekat! ^_^
Senin, 06 Juni 2011
Resensi buku: 26 DONGENG TELADANKU
tulisan saya yg dimuat di kompas anak minggu 5 juni 2011 kemarin. ini adalah tulisan pertama saya yang dimuat di kompas anak, setelah puluhan kali mencoba kirim & selalu ditolak ;). akhirnya kemarin berhasil dimuat juga. Alhamdulillah...
Senin, 16 Mei 2011
Resensi Buku TODI SI BELALANG KERDIL
Alhamdulillah, buku TODI SI BELALANG KERDIL diresensi sama redaksi Majalah IMUT edisi 18 yang terbit bulan Mei 2011. Majalah IMUT ini adalah majalah baru. sasaran pembacanya anak-anak. sementara ini peredaraannya masih terbatas wilayah Kaltim dan Jakarta. karena pusat kantor redaksinya di Balikpapan dan punya cabang di Jakarta ;). cekidot! ^^
Sabtu, 07 Mei 2011
TODI SI BELALANG KERDIL @ Media
Minggu, 07 November 2010
Raya, Si Tukang Protes
“Bunda, berdoa dulu,” protes Raya suatu hari, melihat saya langsung memejamkan mata ketika menemaninya tidur. Saya yang tak siap akan diprotes, takjub sekaligus bersyukur. Raya, si kecil saya yang baru 3 tahun itu, mengingatkan saya untuk berdoa! Lain waktu, ketika hendak makan, Raya bertanya pada saya, “Bunda sudah berdoa?”. Dia bertanya demikian karena tak mendengar doa yang saya ucapkan dalam hati. Sejak saat itu, saya jadi terbiasa berdoa dengan suara nyaring, biar nggak diprotes si kecil lagi ^_^.
Langganan:
Postingan (Atom)


