Translate

Jumat, 01 Maret 2013

Cuimie-cuimiean



Dalam rangka memanfaatkan sawi pemberian tetangga, saya mencoba membuat cui mie, tapi minus bakso, kulit pangsit goreng, acar mentimun, dan cabe rawit ijo, hehe..
Bagi yang belum kenal cui mie, kenalan dulu yuk. Cui mie sebenarnya masih sodaraan sama pangsit dan mie ayam. Topping ayam pada cui mie bentuknya seperti bubuk koyah. Kalau pada mie ayam kan, ayamnya dipotong dadu kecil dan dibumbui macem-macem. Trus, pelengkap makan cui mie antara lain sawi, pangsit basah atau bakso, rawit ijo, acar mentimun, krupuk pangsit, taburan bawang goreng dan irisan daun bawang.
Makanan ini sangat populer di Malang. Favorit saya adalah Cui Mie Pak Ri, enak dan murmer. Dulu waktu saya kuliah S1, Pak Ri jualan di dalam kampus UM, kampus saya. Warungnya tepat di sebelah gedung Fakultas Sastra. Jadi setelah kuliah, begitu kelaperan, langsung deh meluncur ke Pak Ri.

Rabu, 27 Februari 2013

Serba Tahu, Kentang, dan Udang Lagi



Alkisah, sebuah kentang rebus telah teronggok berhari-hari di dalam kulkas. Biasanya sih, kentang rebus saya  camil dengan cocolan mayones. Tapi kok ya bosen. Iseng, saya pun mencoba bereksperimen. Kali ini si kentang rebus yang beratnya sekitar seperempat kilo itu akan saya pasangkan dengan tahu dan udang (tahu dan udang lagi, hihihi). Seperti biasa, saya gunakan bumbu-bumbu yang ‘ramah anak’, karena tujuan utama saya memasak adalah untuk si kecil saya, Raya ^^.

Senin, 11 Februari 2013

Balada Sukarti




Oleh: RF.Dhonna

Sukarti membolak-balik modul di tangannya. Mata tuanya menyipit. Buat Sukarti yang sudah nenek-nenek, tulisan di modul setebal bantal itu tampak tak jelas. Meski kacamata bacanya telah dipasangnya dengan benar. Sebentar-sebentar disorongkannya modul matakuliah Menulis Fiksi itu ke depan, lalu ke belakang. Maju mundur. Tetap susah dibaca.
Perempuan setengah abad lebih itu mulai frustasi. Andai ada Woro, anak perempuannya yang saat ini tengah menempuh pendidikan magister di pulau seberang, ia takkan kesulitan seperti ini.
“Rani, sini!” Sukarti berteriak memanggil cucu kemenakannya yang menumpang tinggal di rumahnya sejak kecil.
“Iya, Nek?” sahut Rani. Perasaan gadis remaja yang kemarin baru masuk SMU itu tak enak.
“Nenek minta tolong lagi ya, Cu. Kemarin dosen menugaskan nenek merangkum isi buku modul ini. Tulisannya terlalu kecil. Rani tolong nenek membuat rangkuman ya,” Sukarti memohon dengan muka memelas.

Jumat, 08 Februari 2013

Udang Giling Goreng



Kelezatan udang memang nggak ada matinya. Dibakar tanpa bumbu aja sudah enak. Apalagi dibumbui.  Alhamdulillah saya, suami, dan si kecil nggak alergi sama udang, jadi lumayan sering bikin olahan dari udang. Sering bukan berarti setiap hari lho ya, karena kandungan kolesterol udang cukup tinggi. Meski demikian, udang juga bermanfaat untuk kesehatan, diantaranya untuk mencegah kanker, mencegah anemia, meningkatkan energi, menguatkan tulang, mengurangi resiko depresi, menyehatkan saluran prostat, dan menjaga kesehatan kelenjar tiroid.

Rabu, 06 Februari 2013

Ayam Diladahitam



Beberapa waktu lalu seorang teman mengenalkan saya pada minyak canola. Katanya sih, bagus buat diet.  Saya pun hunting di supermarket terdekat. Dapet, ukuran 450 ml harganya 24.790. Alamaaaaak, mahalnya. Gak papa dah, demi kesehatan ^^

Minyak canola mengandung 60% lemak tak jenuh tunggal dan 34% lemak tak jenuh ganda yang merupakan lemak baik, dan hanya mengandung 6% lemak jenuh yang dianggap sebagai lemak jahat yang dapat meningkatkan kolesterol. Para wanita Jepang menggunakan minyak canola untuk memasak tumisan. Nggak heran kalau rata-rata tubuh wanita Jepang ramping-ramping.
Eksperimen memasak pertama saya menggunakan minyak canola adalah ayam lada hitam. 

Kangen Nasi Uduk



Senangnya kalau butuh sereh, daun jeruk, daun salam, kunyit, dan rimpang-rimpangan lainnya tinggal ambil dari halaman rumah. Saya sengaja menanam geng bumbu dapur itu di halaman depan rumah saya yang minim tanah, karena tertutup batu paving. Sebagian saya tanam dalam pot, sebagian lagi saya tanam di tanah. Melihat rimbunan batang sereh yang gemuk-gemuk dan daun salam yang bergerombol, saya jadi tergoda untuk membuat nasi uduk. Lamaaaa, nggak makan nasi uduk. Jadi kangen. he...
Saya pertama kali belajar bikin nasi uduk dari blog kawan baik saya, Fiqa. Uji coba pertama berhasil, saya pun jadi ketagihan bikin nasi bersantan ini. 

baru sadar kalo sayurannya ketinggalan, nggak ikut kefoto deh, hihi..

Untuk satu cup takaran beras rice cooker, saya menggunakan sebatang sereh, dua lembar daun salam, satu sendok teh garam, sedikit merica, sedikiiit jahe geprek, dan dua gelas belimbing penuh santan. Nah, kalau Anda mau bikin ber-cup-cup (halah!), silakan dilipatgandakan sendiri bumbu-bumbunya sesuai selera. 

Kamis, 31 Januari 2013

Nomor Satu: Kesehatan dan Keceriaan Si Kecil



Si kecil saya, Raya (5,5) pernah masuk rumah sakit dua kali. Pertama saat usianya belum genap setahun karena DBD. Kedua, setahun lalu, karena gejala tifus.
Tidak ada seorang ibu pun yang mau anaknya sakit, begitu pula saya. Apalagi harus menyaksikan anaknya terbaring di rumah sakit dengan tangan diinfus. Saat paling memilukan bagi saya adalah ketika di depan mata ini dokter menusukkan jarum infus ke tangan mungil putri saya. Duh, melihatnya meronta dan menjerit kesakitan membuat saya ingin berteriak, “Tusuk saja tangan saya, jangan anak saya!”
Raya termasuk anak aktif yang sangat cerewet. Saat dia sakit, dunia rasanya sepi. Dia akan meringkuk di kamar sepanjang hari, bangun hanya saat ke kamar kecil. Tingkah lakunya yang menggemaskan dan celotehnya yang sering mengundang gelak tawa membuat saya dan suami selalu bersemangat menjalani hari-hari yang sibuk. Karena itulah, saat si kecil sakit, rasanya semangat kami ikut menghilang.