Translate

Jumat, 28 Agustus 2015

Menikmati Bromo dari B29





Pemandangan dari B29
  

Suatu hari, seorang teman mengunggah foto-foto suatu tempat di akun medsosnya. Sekumpulan gunung dan hamparan awan putih yang terpampang dalam foto menawarkan pemandangan yang sangat menakjubkan, seperti negeri di atas awan. Saya pikir itu di Probolinggo.
“Ini di Lumajang, tauk! Namanya B29. Makanya, pulang!” kata teman saya.
Di Lumajang? Sebelah mana? Wah, saya benar-benar surprise ada spot sekeren itu di tanah kelahiran saya! Dalam hati saya pun bertekad, kalau pulang kampung, saya harus menginjakkan kaki di sana!

Jumat, 14 Agustus 2015

Arachely Serena Pramudya, Si Centil yang Suka Ikan Asin


Seorang gadis cilik mondar-mandir di depan saya. Seragam sekolah berwarna  kuning masih menempel di badannya. Sedetik kemudian dia duduk di sebelah saya, membuka kotak bekalnya yang siang itu terisi potongan buah nanas dan jeruk bali, lalu mulai menyantapnya satu-satu.

“Tante minta dong,” kata saya pura-pura. Di luar dugaan, ia pun mengangsurkan isi bekalnya.

Begitulah Serena, mudah akrab dengan orang lain. Sehari-hari sepulang sekolah, sang ayah kerap mengajaknya ke kantor. Selain itu, pindah dari satu kota ke kota lain mengikuti kerja sang ayah membuatnya terlatih untuk beradaptasi. Tak heran jika Serena mudah bersosialisasi, meski di lingkungan baru sekali pun.

Sabtu, 04 Juli 2015

Ujian dan Keimanan



Cobaan hidup memang tak bisa diduga datangnya. Hari itu di penghujung 2009, adik tercinta saya tiba-tiba mengalami depresi berat. Perilakunya berubah, dari seorang gadis remaja yang ceria dan berprestasi, menjadi gadis pemurung yang introvert. Kejadian demi kejadian tak terduga menimpa keluarga kami, dan ini membuat kami shock. Belakangan kami tahu, ternyata adik menderita skizofrenia.

Jumat, 19 Juni 2015

Puding Kurma



Marhaban Ya Ramadan…
Alhamdulillah, bertemu lagi dengan Ramadan... :)

Ramadan saya kali ini berbeda dari sebelumnya, karena saya sedang menyusui anak ke-2. Jadi ingat, Ramadan beberapa tahun silam juga saya lalui sambil menyusui. Waktu itu anak pertama saya sedang berumur 2 bulan lebih beberapa hari, sama seperti si adek sekarang. Meski sedang menyusui, saya tetap ikut puasa dan Alhamdulillah nggak ada masalah. Mudah-mudahan Ramadan kali ini saya bisa puasa sampai hari terakhir. Amin

Sabtu, 13 Juni 2015

Pais Patin ala Tetangga Saya


Beberapa bulan yang lalu ada tetangga yang mantu. Saat bantu-bantu di dapur, saya dan para tetangga lain yang sedang mrabot (bahasa Lumajang, artinya bantu-bantu masak untuk hajatan, hehe), si empunya rumah mengajak kami makan siang bersama. Menunya saat itu macem-macem. Ada ikan asin, sayur asem, urap, tempe dan ikan layang goreng, sambel trasi, dan pais patin. Entahlah, saat itu tangan saya tergerak mengambil pais patin, dan pilihan saya nggak salah, paisnya enak banget! Rasanya gurih seger, beda sama pais patin banjar yang rasanya (menurut saya) berat karena kebanyakan bumbu. 

Senin, 08 Juni 2015

[Resensi] Memahami Sastra Dengan Pendekatan Sosiologis





Judul: Paradigma Sosiologi Sastra
Penulis: Dr. Nyoman Kutha Ratna
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Tebal: 320 + xii halaman
Cet.I: Mei 2003

Sejak dulu, buku-buku sastra dianggap langka karena merupakan ilmu yang kering dan dengan sendirinya memiliki konsumen yang terbatas. Konsekuensi langsung yang ditimbulkan adalah langkanya bahan-bahan bacaan untuk mempermudah memahami karya sastra, baik bai mahasiswa maupun para peminat sastra pada umumnya.

Minggu, 07 Juni 2015

[Resensi] Eksotisme Kalimantan Timur dalam Sebuah Novel



Judul novel: Di Antara Dua Cinta (Mencumbu Jenggala, Berkalang Jeram)
Penulis: Inni Indarpuri
Penerbit: Qiyas Media
Cetakan I: April 2011
Harga: 45.000

Tak banyak karya fiksi yang mengangkat lokalitas budaya Kalimantan Timur. Novel Diantara Dua Cinta (DDC) ini salah satunya. Novel bersetting Samarinda, seperti Mukjizat Cinta dan Jiwa-jiwa Bercahaya, kurang mengeksplorasi latar.