Translate

Jumat, 26 Juli 2013

Tergoda Bandeng




 otak-otak bandeng
Ini adalah pertama kalinya saya bersentuhan dengan bandeng segar di dapur mungil saya. Selama ini saya lebih suka beli bandeng olahan siap goreng di supermarket, entah itu otak-otak bandeng atau bandeng presto. Saya membayangkan, kalau masak bandeng sendiri, pasti repot. Nyabut durinya yang kecil-kecil banyak itu lho, bikin males.
Entah habis kesambet apa, tiba-tiba saya tergiur membeli bandeng segar saat melihatnya tergelar di meja dagangan tukang sayur langganan. Dengan harga 7000 rupiah, saya pun berhasil membawa pulang si bandeng. Mungkin beratnya sekitar 250 gram.

Niat saya sebenarnya kepingin nyoba bikin bakso dari daging ikan bandeng. Tetapi melihat ada kelapa parut sisa bikin bobor, saya jadi terpikir membuat otak-otak bandeng juga. Demi hasrat yang sama-sama terpuaskan, akhirnya saya membagi bandeng untuk dua jenis olahan, yaitu bakso dan otak-otak.
Saya mulai acara memasak ini dengan mengeluarkan duri bandeng. Saya mengetahui teknik mengeluarkan duri bandeng ini dari acara masak-masak di tipi. Caranya, bersihkan kulit bandeng dari sisik, sayat bagian perut sedikit, keluarkan kotorannya, cuci bersih. Pukul-pukul tubuh bandeng pake ulekan (duh, kesannya sadis banget), bolak-balik.  Kalau sudah yakin daging dalam tubuh si bandeng hancur, boleh deh dihentikan pukul-pukulnya, hehe.
Lanjutkan dengan menyayat sedikit kulit bagian ujung dekat ekor, sayat bolak-balik, pegang  ekor, keluarkan duri utama dengan cara menarik bagian ekor secara perlahan. Setelah itu, belah bandeng memanjang dari arah perut. Bersihkan duri-duri yang masih melekat. Nah, ini yang bikin bête. Karena saya malas nyabut duri-duri yang halus, setelah daging dikeruk  pakai sendok dengan hati-hati, saya memilih menghaluskan kembali daging kerukan itu pakai food processor . Begitu daging sudah halus, saya membaginya menjadi dua, setengah bagian untuk otak-otak, setengahnya lagi untuk bakso.

Otak-otak Bandeng



Bumbu otak-otak yang saya bikin tergolong minimalis. Kalau bumbu otak-otak bandeng yang asli kan banyak banget, ada cabe merahnya, ada daun jeruknya, dll. Kalau yang saya buat ini bumbunya hanya bawang merah dan bawang putih masing-masing satu siung saja, sedikit garam, bubuk kare instan, dan sebutir telur ayam. Karena bubuk kare sudah mengandung cabe, saya tidak menambahkan merica bubuk atau cabe untuk rasa pedasnya. Simpel kan bumbunya? Cocok nih buat yang malas masak ribet kayak saya, hehe.
Haluskan bawang, campurkan semua bumbu ke dalam adonan otak-otak, masukkan kelapa parut, aduk rata. Tata adonan di atas kulit bandeng, tutup, jahit dengan benang agar merekat. Kukus otak-otak bandeng selama 20 menit. Begitu matang, biarkan dingin dulu, baru deh benangnya dilepas. Trus potong dengan hati-hati. Jadi deh. Kalau mau menggorengnya langsung, tinggal dicelupkan ke kocokan telur yang dicampur sedikit garam. Saya sih, lebih suka membalutnya dengan tepung tipis-tipis. Tepungnya dikasih sedikit air, bubuk kari instan, garam, dan irisan daun bawang.

Bakso Bandeng
Pada dasarnya membuat bakso bandeng sama dengan membuat bakso yang lain, cuma dagingnya saja yang beda. Resep dan teknik dasar membuat bakso bisa dilihat di postingan saya sebelumnya tentang bakso ayam disini.
bakso bandeng
Oke, Hepi Cooking evribade!
Jangan lupa kalau sudah nyoba cerita ke saya ya ;)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah meninggalkan komentar 😊