Buku saya, TODI SI BELALANG KERDIL (kumpulan cerita anak), diresensi di Majalah IMUT (majalah anak2) edisi 18 MEI 2011, dan Tribun Kaltim Minggu. jangan lupa beli bukunya yaaaa. tengkyuuuu ^^
Translate
Sabtu, 07 Mei 2011
TODI SI BELALANG KERDIL @ Media
Buku saya, TODI SI BELALANG KERDIL (kumpulan cerita anak), diresensi di Majalah IMUT (majalah anak2) edisi 18 MEI 2011, dan Tribun Kaltim Minggu. jangan lupa beli bukunya yaaaa. tengkyuuuu ^^
Minggu, 07 November 2010
Raya, Si Tukang Protes
“Bunda, berdoa dulu,” protes Raya suatu hari, melihat saya langsung memejamkan mata ketika menemaninya tidur. Saya yang tak siap akan diprotes, takjub sekaligus bersyukur. Raya, si kecil saya yang baru 3 tahun itu, mengingatkan saya untuk berdoa! Lain waktu, ketika hendak makan, Raya bertanya pada saya, “Bunda sudah berdoa?”. Dia bertanya demikian karena tak mendengar doa yang saya ucapkan dalam hati. Sejak saat itu, saya jadi terbiasa berdoa dengan suara nyaring, biar nggak diprotes si kecil lagi ^_^.
Senin, 27 September 2010
Terlambat ke Sekolah
* Tulisan pendek ini dimuat di tabloid Nakita no.600/th.XII/27 September—3 Oktober 2010 dengan beberapa revisi, judul asli: Keasyikan Mandi Pek-pek
Jumat, 06 Agustus 2010
Perempuan itu Menginspirasi Saya
saya dan mbak Ratna Indraswari Ibrahim
Ia sosok yang biasa saja, sederhana,
tapi prestasinya menurut saya sangat luar biasa. Ia sadar betul, sebagai
manusia, bagaimanapun keadaannya, harus tetap bisa mensyukuri apapun
pemberianNya. Karena itu, meski mempunyai kekurangan fisik (semasa kecil, karena
sakit tiba-tiba kedua kaki dan tangannya menjadi tak berfungsi sebagaimana
mestinya), ia tetap menjalani hidup seperti manusia normal lainnya, berusaha
untuk berprestasi dengan segala potensi yang dimiliki, berguna untuk orang
lain.
Jumat, 16 Juli 2010
Semalam di Pasir Putih
13—14 Juli 2010
Akhirnya sampai juga di pantai Pasir Putih, setelah sekian lama memimpikan bisa mengunjungi pantai ini bersama suami tecinta. Ya, rencana berlibur ke pantai yang terletak di Situbondo-Jawa Timur ini sudah terpikirkan sejak awal pernikahan, empat tahun lalu. Eh, ternyata baru bisa terealisasi setelah ada anak ;). Jadilah kami pergi bertiga. Momennya pas diantara ultah pernikahan kami yang ke-4 (8 Juli) dan ultah si kecil kami, Raya, yang ke-3 (17 Juli).
Selasa, 06 Juli 2010
Terima Kasih Telah Melengkapiku...
: surat terbuka untuk suamiku
Cinta,
Pertama kali mengenalmu beberapa tahun silam, aku tak pernah menyangka bahwa kau adalah seseorang yang dikirimkanNya untukku. Pun ketika tiba-tiba kau mengkhitbahku—disaat skripsi tengah membebani hari-hariku kala itu—aku tak yakin bisa seiring sejalan denganmu nantinya. Kenapa? Karena menurutku banyak sekali perbedaan diantara kita yang sangat bertolak belakang, bagai langit dan bumi, dan mungkin akan sulit untuk disatukan.
Sabtu, 22 Mei 2010
Setiap manusia dilahirkan dengan kekurangan dan kelebihan, termasuk suami kita. Agar bisa mencintai suami dengan ikhlas, cintailah dia dengan apa adanya. Tidak perlu menuntut suami untuk menjadi seperti keinginan kita, karena sebagai pasangan suami istri, kita bisa saling melengkapi kekurangan dan kelebihan masing-masing. Asalkan suami berperilaku Islami, kita tidak perlu risau. Jadi, cintai kekurang-sempurnaan suami kita dengan cinta yang sempurna. (RF.Dhonna)-->komen ini dimuat di UMMI SPESIAL edisi Mei--Juli 2010. cekidot! ;)
Langganan:
Postingan (Atom)

