Translate

Senin, 05 November 2018

Ingin Keluarga Harmonis? Ini Tips Penting dari Acara Hijup dan Resik-V!




Pernikahan adalah ibadah yang paling lama, seumur hidup! Karena itu, wajib hukumnya selalu memperbarui ilmu untuk menjalankan pernikahan agar langgeng dan tetap harmonis. Kewajiban ini bukan hanya jadi tugas istri, tetapi juga suami. Tambah tahun, akan semakin banyak tantangan dan masalah yang muncul seperti anak-anak yang tambah besar, kebutuhan yang semakin beraneka ragam, masalah kesehatan yang menurun, dsb.

Alhamdulillah, tahun ini usia pernikahan saya dan suami sudah 12 tahun. Selama ini kami tidak berhenti belajar, bagaimana caranya agar pernikahan ini selalu bahagia. Kehidupan berumahtangga kan tidak selalu menyenangkan ya? Ada kalanya duka harus kita lalui bersama pasangan. So, sangat penting menjaga komitmen untuk selalu saling menguatkan, selalu bersama dalam suka dan duka.

Selain itu, komunikasi yang baik dan menjaga romantisme juga jadi kunci utama dalam menjaga keharmonisan rumah tangga. Saking pentingnya romantisme, saya dan suami sampai bikin data lho di buku catatan, perlakuan apa saja yang menurut kami romantis. Jadi kalau masing-masing lupa, tinggal nyontek di buku catatan, hehehe...  Contohnya nih, menurut suami saya, ketika saya rajin memerhatikan diri saya luar dan dalam, ini romantis. Eh, ternyata ini juga yang dilakukan sama Mbak Bebenadila agar disayang suami. 20 Oktober lalu, saya bersama beberapa teman blogger Malang berkesempatan untuk mendengarkan sharing session Mbak Bebenadila dalam acara Arisan Resik dan Hijup Bloggers Meet Up Malang bertajuk “Istri Resik, Keluarga Harmonis” yang dipersembahkan oleh Hijup dan Resik-V.

doc: Hijup


Jumat, 27 April 2018

Banana (Cup) Cake Anti Gagal



Sebenarnya saya nggak suka baking. pertama karena ribet, waktu bikinnya lama (otomatis butuh tenaga ekstra), resiko gak kemakan (kalau gagal) besar, dan terakhir ogah cuci piring & beres-beresnya 🙈. Tapi kalau ada resep kue yang gampang, gak pakai lama, bahan nggak sulit didapat, no mixer, okelah saya coba. Seperti resep banana cake ala Farah Quinn ini. Bikinnya simpel. Cuma campur dan aduk-aduk, masukkan oven, ditinggal main sama anak, ting! jadi deh.

Jumat, 02 Maret 2018

Menuju Indonesia Maju, Ini Peran Penting Blogger

Era internet membuat semua serba cepat, termasuk penyebaran berita. Hanya dengan sentuhan jari, berita terbaru bisa diakses hampir tiap detik. Di satu sisi, hal ini berdampak positif, tetapi di sisi lain, dampak negatifnya juga menyertai. Salah satunya tentang derasnya penyebaran berita dan tulisan palsu (hoax). Saya sendiri paling nggak suka ketika sedang asyik baca-baca berita online ketemu tulisan hoax. Ugh, rasanya kepingin nyiduk penulisnya langsung ke penjara deh!

Pak Dedet Surya Nandika memberi sambutan

Dalam acara flashblogging yang digagas oleh Kemkominfo pada Jumat (2/3) hari ini, Pak Dedet Surya Nandika dari Kemkominfo mengungkapkan, “hoax itu seperti narkoba, bisa bikin kecanduan. Ada yang memroduksi, ada yang mendistribusikan.” Begitu berbahanya tulisan hoax, sehingga perlu ada upaya untuk melawannya. Disinilah peran penting blogger. Pria berkacamata ini mengharapkan para blogger bersatu untuk menyebarluaskan konten positif melalui blognya masing-masing. Konten positif tersebut bisa berupa sosialisasi program-program pemerintah, atau hal lain yang bermanfaat. Curhat termasuk konten positif nggak? Kalau isi curhatannya menginspirasi berjuta umat, oke-oke aja sih, hehe...

Sesi sharing mbak Mira Sahid

Ngomongin tentang blog, mungkin masih banyak yang belum tahu manfaat blogging. Menurut Bu Yayuk, sekretaris dinas Kominfo Malang, ketika menyampaikan sambutan acara flashblogging, manfaat blogging diantaranya (1) melatih keterampilan berbahasa, (2) memperluas pengetahuan umum, (3) menambah teman, (4) mencari penghasilan tambahan, (5) melek teknologi, (6) belajar melatih kedisiplinan. Sementara itu saat sesi sharing flashblogging, Mbak Mira Sahid yang merupakan keynote speaker acara menambahkan enam manfaat blogging, yaitu (1) untuk menyalurkan hobi/passion, (2) sebagai rekam jejak digital, (3) sebagai media informasi, (4) sebagai personal branding, (5) engagement (untuk meluaskan jejaring), (6) untuk menemukan peluang-peluang. Oiya, Mbak Mira yang merupakan founder Kumpulan Emak Blogger (KEB) ini juga mengajak blogger untuk saring sebelum sharing tulisan di blog pakai rumus THINK. T untuk is it True? (Benarkah?), H untuk is it Hurtful (menyakitkankah?), I untuk is it Illegal? (ilegalkah?), N untuk is it Necessary? (pentingkah?), K untuk is it kind? (santunkah?). kalau tulisanmu sudah disaring pakai rumus itu, boleh deh dipublish. Berasa dapat siraman rohani deh nyimak penjelasan beliau-beliau ini.
Lalu benarkah para blogger Indonesia punya peran penting dalam memajukan Indonesia? Coba deh cermati data-data yang saya kutip dari sambutan Bu Yayuk ini. Jadi, Indonesia saat ini meduduki rangking ketiga di dunia dalam penggunaan internet, penggunanya sudah lebih dari 143 juta lebih. Sementara yang selama ini diakses oleh pengguna internet Indonesia adalah konten-konten berbau lokal Indonesia seperti tentang masakan-masakan dan budaya lokal. Ini adalah peluang bagus untuk blogger agar lebih banyak lagi memroduksi konten lokal yang berkualitas melalu blognya. Blogger adalah pegiat literasi digital. Siapa tahu nanti konten-konten positif dari blogger Indonesia jadi rujukan dunia? Ini kan bisa membuat Indonesia semakin maju. Ya nggak?






Rabu, 22 November 2017

HIJUP Bloggers Meet Up Surabaya: Menjaga Keharmonisan Keluarga dengan Resik-V


Keputihan seringkali membuat wanita merasa tidak nyaman. Bagi wanita yang sudah berumahtangga, hal ini tentu bisa mengganggu keharmonisan hubungan suami istri. Inilah topik utama obrolan seru #HIJUPBloggersmeetup dan Arisan Resik Sabtu (18/11) lalu.

Saat undangan #HIJUPmeetupSurabaya mendarat dengan selamat di email saya, rasanya sudah nggak sabar menunggu hari-H. Bertempat di Open Oven Bistro, MaxOne Hotel Surabaya, #HIJUPevent kali ini mengundang 22 blogger perempuan secara privat. Kebayang dong, spesialnya? Apalagi bintang tamunya Hamidah Rahmayanti, selebgram hits yang juga face of HIJUP. Eh, pas on the spot ada kejutan, ternyata Hamidah didampingi sang suami, aktor dan penyanyi Irvan Farhad! Blogger yang masih jomblo pun sukses baper saat menyimak pasangan pengantin baru ini berbagi pengalaman sebagai suami istri 😁


Senin, 20 November 2017

Spot Foto Keren di Kampung Jodipan



Suka foto-foto di spot keren dan unik? Kunjungi Kampung Tridi dan Kampung Warna Jodipan (KWJ) Malang, yuk! 2016 lalu, dua kampung kumuh ini mendadak tenar setelah sekelompok mahasiswa kreatif menyulap setiap rumah penduduknya dengan cat warna-warni. Gambar-gambar mural yang spektakuler dan instagramable menghiasi setiap dinding rumah penduduk, rata-rata berjenis tiga dimensi trick eye. Atap-atapnya juga dipoles, sehingga kalau dilihat dari ketinggian, dua kampung ini tampak cantik dan semarak, mirip dengan kawasan Kickstater, Rio De Janeiro, Brazil.

Kampung yang namanya kini tersohor sampai mancanegara ini terletak di Jalan Juanda Malang. Tidak sulit menemukan tempat ini, karena letaknya di tengah kota, tidak jauh dari stasiun kota baru. Akses kesana juga cukup mudah, naik angkot pun bisa.

Senin, 13 November 2017

Yuk, Cerdas Ber-WAG

sumber gambar: https://www.cybrary.it/channelcontent/new-type-of-whatsapp-phishing-attack/

Sampai hari ini, ada berapa grup WhatsApp (WAG) yang Anda ikuti? Sepuluh, dua puluh, atau lebih? Saya sendiri (terpaksa) mengikuti 17 WAG, diantaranya WAG sekolah kedua anak saya, WAG keluarga besar dari pihak ibu saya, WAG RT, WAG tempat kerja, WAG almamater, WAG istri pegawai tempat suami saya dinas, dan beberapa WAG komunitas. Ada kata terpaksa dalam kurung, karena sebagian besar bukan saya yang minta bergabung, tetapi ulah salah satu anggota WAG yang menjebloskan saya kesana tanpa ijin terlebih dahulu.
Bagaimana rasanya berada dalam pusaran belasan WAG? Puyeng!

Selasa, 08 Agustus 2017

Tukang Mengadu



Mahasiswa saya (laki-laki) pernah cerita ke saya bahwa dia pernah mengalami perundungan (bullying).
"Kamu nggak cerita sama orangtuamu?"
"Nggak bu."
"Kenapa?" cecar saya waktu itu. Padahal perundungan yang dia alami cukup parah, sampai terjadi kekerasan fisik.