Translate

Sabtu, 21 Juni 2014

Menjelajahi Bromo, Ijen, dan G-land dalam 3 Hari (2)



Day 1: Bromo

Bromo duinginnya gilaaaa! Saya sampai dengar bunyi gigi teman saya yang gemeletukan :D. Begitu turun dari elf, kami langsung pindah jip dan diangkut ke Penanjakan I. Menurut teman saya yang pernah lihat Bromo dari Penanjakan I dan II, Penanjakan I medannya relatif mudah dibanding Penanjakan II. Tapi lebih crowded Penanjakan I. Saat hendak mengambil foto sunrise harus uyel-uyelan, hahaha. Pengaruh long  weekend juga kali ya, jadi banyak wisatawan yang berkunjung.

Awalnya ketika saya dan rombongan datang, bangku-bangku yang tertata di area utama yang menghadap langsung ke Bromo masih sepi. Menjelang subuh, pengunjung yang ingin menyaksikan matahari terbit mulai menyemut. Deretan depan dekat pagar pembatas penuh dengan para pengunjung yang menenteng kamera, bersiap mengabadikan sunrise Bromo. Saya yang tadinya leluasa mondar-mandir, jadi agak kesulitan saat berjalan melewati kerumunan. 



Saya menepi sejenak untuk solat subuh di pendapa samping area utama. Seorang ibu menjajakan air dalam ember untuk wudu seharga Rp 2000,00. Sebuah gelas plastik bekas kemasan air mineral difungsikan sebagai gayung untuk mengambil air wudu. Ketika mulai berwudu,  MasyaAllah, dinginnya air membuat kulit saya mati rasa!

Selesai solat, saya dan Nisa, teman sebangku di mobil, berjuang menerobos deretan depan. Setelah susah payah, akhirnya berhasil. Subhanallah, pemandangan Bromo di pagi hari sangat spektakuler. Sekumpulan awan putih yangmenutupi permukaannya membuat saya berfantasi tentang negeri di balik awan *backsound lagunya Katon, Negeri di Awan ^^

Saya dan Nisa

Puas di Penanjakan, kami ke kawah Bromo. Takjub banget liat lautan pasir yang luas di sekitar kawasan kawah. Berasa kayak di Jabal Uhud deh (belom pernah kesana sih, cuma liat pemandangannya di foto orang-orang, hihihi). Wuah, bau belerang campur kotoran kuda memenuhi udara di sekitar kawah. Langsung deh, pasang masker. 

pose di depan Gunung Batok

Habis foto-foto di depan Gunung Batok yang sebelahan dengan Gunung Bromo, lanjut naik ke kawah. Dari kejauhan tampak deretan tangga naik ke kawah. Untuk kesana masih harus melewati tanjakan-tanjakan kecil, setelah itu baru deh naik tangga. Buat yang nggak kuat jalan kaki, bisa naik kuda yang berseliweran di sekitar kawah, tarifnya 50 ribu buat naik aja (kalo turunnya naik kuda lagi, ya 50 ribu lagi, tapi boleh nawar kok), berhentinya di bawah tangga.  

@kawah Bromo

Di tengah lautan pasir terdapat sebuah pura yang biasa digunakan untuk upacara keagamaan, termasuk Kasada. Kalo dilihat dari atas, pura di tengah lautan pasir ini jadi pemandangan yang eksotis banget lho (lihat foto di bawah ^^). Buat yang pagi-pagi udah lapar, nggak perlu khawatir, banyak penjual makanan di sekitar kawah. Ada penjual bakpau, bakso, cilot, gula kapas juga ada.

 pemandangan dari atas kawah. pura di tengah lautan pasirnya kelihatan kan? tuh, di bawah ^^

Kunjungan berlanjut ke sebuah bukit di sekitar Bromo yang dikenal dengan sebutan Bukit Teletubbies. Waktu di perjalanan, saya iseng tanya ke pak supir jip yang mengantar saya dan rombongan, “Dulu sebelum Teletubbies tayang di tv, nama bukit ini apa, Pak?” 

“Ya bukit sabana aja,” Si bapak njawab pendek. Lucu juga ya, tayangan tv jadi nama bukit, hihihi…
Pas nyampe lokasi, Subhanallah, saya jadi bengong cantik, bukitnya benar-benar mirip sama bukitnya Teletubbies euy! Wah, ternyata Indonesia—tepatnya Jawa Timur—punya bukit yang indah banget. Jangan-jangan Teletubbies syutingnya disini ya? hahaha…

 
di Bukit Teletubbies

Eksplorasi Bromo berakhir di Pasir Berbisik. Tempat apalagi ini? Apakah sebelum Dian Sastro main film Pasir Berbisik tempat ini sudah dinamakan Pasir Berbisik? Yang pasti disini anginnya kuenceeeeng banget. Saking kencengnya, tiupannya sampe menimbulkan suara mirip bisikan!


 Sssst...Pasir Berbisik ^^

Hati-hati sama debu pasir yang diterbangin si angin, bikin mata pedih. Jadi wajib pake kacamata kalo nggak pengen mata pedih. Oiya, Pasir Berbisik ini sering banget lho dijadikan lokasi syuting, entah itu video klip atau film. Setahu saya sih, salah satu video klip penyanyi Nugie dulu juga syuting disini.

Bersambung lagiiii ^^ 
cerita sebelumnya bisa dibaca disini

7 komentar:

  1. Pemnadangannya indah banget. subhanallah

    BalasHapus
  2. apik mbak don alias mamah dedeh
    hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. adiiiit, cah bandel! gelem nyelameti ta, kalo aku ganti nama? hohoho...
      suwun dit :)

      Hapus
    2. hahaha, Gisaaaa! kamu yang jadi manajernya ya...

      Hapus
  3. Iya seruuu,kapan2 pengen ke bromo lagiii :)

    BalasHapus

Terimakasih telah meninggalkan komentar 😊