Translate

Sabtu, 06 Juni 2015

[Resensi] Menjadi Cantik Luar Dalam






Judul Buku: Secantik Yang Engkau Impikan (365 Tips Menjadi Remaja Cantik Lahir Batin)
Penulis: J. Maurus
Penerbit: Pustaka Pelajar, Yogyakarta
Tebal: 356 + xix halaman
Cet. I: Januari 2004

Ketika kata ‘cantik’ melintas dalam pikiran Anda, apa yang akan Anda bayangkan kemudian? Apakah menurut Anda, cantik itu harus berkulit putih? Kalau ya, berarti Anda termasuk deretan orang-orang yang telah terseret dalam konstruksi ‘cantik’ yang salah. Sebenarnya, setiap orang mempunyai idealisme sendiri mengenai definisi ‘cantik’. Mereka mempunyai kriteria sendiri, bagaimana wanita yang cantik menurut mereka. Sehingga, esensi ‘cantik’ tidak bisa diukur dari segi fisik saja.
Ada dua kubu besar yang mempermasalahkan ‘kecantikan’, yaitu kubu barat dan timur. Menurut barat, cantik itu berkulit cokelat ‘gosong’ alias gelap. Toko-toko kosmetik di barat dibanjiri dengan produk-produk pembuat ‘gosong’ kulit. Di barat yang notabene adalah deretan negara-negara minus sinar matahari, kegiatan berjemur adalah kegiatan yang mahal dan hanya dapat dilakukan oleh kalangan jetset. Tempat-tempat yang terkena sinar matahari hanya dapat dijangkau oleh orang-orang yang merasa mempunyai cukup banyak uang. Kadang, untuk berburu sinar matahari, orang-orang kaya itu melancong ke negara-negara tropis di Asia, sehingga kulit mereka tampak ‘gosong’ karena seringnya ‘mandi matahari’.
Dimana-mana, yang kaya selalu menjadi panutan, yang dilakukan kaum jetset selalu menjadi tren, begitu juga dengan kulit. Melihat kulit orang-orang kaya itu cokelat ‘kegosongan’, kalangan di bawahnya akan menganggap bahwa kulit seperti itulah yang oke, keren, berkelas, dan prestisius.
Hal ini berbeda dengan kubu timur. Seperti di Indonesia, kulit cokelat ‘gosong’ adalah citra kalangan pekerja kasar, petani, dan buruh bangunan yang dalam tatanan stratifikasi sosial masyarakat kita menempati bagian paling bawah. Di negara kita, ada semacam persepsi yang mengatakan bahwa wanita cantik adalah wanita berkulit putih. Persepsi ini berkaitan dengan citra kaum jetset yang tidak pernah bekerja di bawah terik sinar matahari, sehingga kulitnya tampak putih ‘pucat’ dan bersih. Meniru kaum di atasnya, kalangan bawah akan beramai-ramai memakai pemutih, sehingga yang menjamur di toko-toko kosmetik adalah produk-produk ‘pemucat’ kulit.
Apapun  yang dipermasalahkan oleh dua kubu tersebut, sebenarnya kecantikan itu bukanlah perkara fisik belaka. Lebih dari itu, ia adalah soal kepribadian. Bayangkan seorang wanita cantik luar biasa, tetapi menyimpan kepribadian yang ‘menyebalkan’, sifat-sifatnya membuat orang lain di sekitarnya jengah berlama-lama di sampingnya.
Buku terjemahan yang berjudul asli As Pretty As You Please ini berisikan 365 resep menjadi cantik lahir batin. Dalam buku ini, Maurus tidak hanya mengarahkan para gadis untuk menggali inner beauty-nya, tetapi juga memaparkan beberapa pengetahuan praktis tentang fungsi biologis perempuan dan cara-cara merawat wajah dan tubuh agar tetap indah dan tampil menarik. Seperti dalam Apa Artinya Menstruasi? Penulis menjelaskan bagaimana proses terjadinya menstruasi, bagaimana siklus normalnya, apa manfaatnya dan apa akibatnya jika seorang wanita tidak mengalami menstruasi (hal. 35-37).
Secara umum, buku ini sangat bermanfaat untuk remaja putri yang akan beranjak dewasa, agar mereka mengetahui bagaimana membentuk kecantikan ‘dalam’ serta pribadi yang menawan, bagaimana cara-cara bersikap dan bertingkah laku di tengah-tengah pergaulan, dan bagaimana menjaga martabat dan harga diri sebagai wanita terhormat. Karena itulah, dapat dikatakan bahwa buku ini merupakan buku ensiklopedia yang mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan seputar remaja putri dengan segala permasalahannya.
Anda bisa menghadiahkan buku ini kepada kerabat, siswi Anda di sekolah, adik perempuan Anda, atau putri Anda yang masih remaja dan sedang beranjak dewasa. Untuk menikmati buku ini, tidak perlu membacanya semalam suntuk, tetapi cukup dengan membuka daftar isinya, pilih yang perlu dan menarik, renungkan, lalu cobalah untuk menerapkannya. Seandainya kerabat, siswi, adik perempuan, atau putri Anda membaca satu resep sehari, maka buku ini bisa dirampungkan dalam waktu kurang lebih selama satu tahun. Setelah itu, lihat bagaimana dampaknya terhadap perubahan mereka: sudah semakin cantikkah mereka? [RF. Dhonna]
*tulisan ini dimuat di Komunikasi tahun 27/236/ Desember 2004

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terimakasih telah meninggalkan komentar 😊